Penyakit Kulit Yang Tak Bisa Menular
Jenis Penyakit Kulit Yang Tidak Menular

Penyakit kulit tidak menular biasanya disebabkan karena gangguan autoimun, paparan alergen, dan berbagai penyebab lainnya. Hal ini perlu diperhatikan sehingga tidak perlu otomatis menjauhi pengidapnya hanya karena takut tertular.
Berikut macam-macam penyakit kulit tidak menular yang banyak menyerang.
Jerawat
Jerawat termasuk macam-macam penyakit kulit tidak menular yang paling banyak dialami oleh orang-orang. Masalah ini disebabkan oleh penumpukan kulit mati dan keringat yang menyumbat pori-pori, sehinga terjadilah reaksi berupa peradangan.
Lebih umum diderita oleh remaja, jerawat bisa muncul karena pengaruh hormon androgen yang meningkat pada masa pubertas.
Kemunculan jerawat dapat ditandai dengan adanya komedo putih, komedo hitam, bintil merah, atau pustula (bintil yang berisi nanah).
Biang keringat

Dikenal juga sebagai heat rash, penyakit satu ini ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan dan lenting merah yang terasa gatal pada kulit. Kondisi ini bisa terjadi saat berkeringat, saat ada bakteri yang terperangkap di bawah kulit, atau saat kelenjar keringat tersumbat.
Biang keringat lebih rentan diderita oleh orang-orang yang tinggal di daerah dengan cuaca yang cenderung panas. Selain itu, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak dan bayi. Hal ini diakibatkan oleh pembentukan kelenjar keringat yang belum sempurna.
Dermatitis

Dermatitis adalah jenis penyakit peradangan pada kulit. Penyakit ini memiliki banyak penyebab. Oleh sebab itu, tanda dan gejala yang muncul pun berbeda-beda.
Penyakit kulit ini terbagi menjadi macam-macam jenis, akan tetapi tiga jenis yang paling umum diderita sebagai berikut.
- Dermatitis atopik (eksim), sering menyerang lipatan kulit, ditandai dengan ruam merah yang gatal disertai kulit kering yang menebal.
- Dermatitis kontak, terjadi saat kulit terpapar benda atau zat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
- Dermatitis seboroik, umumnya menyerang area tubuh yang berminyak seperti wajah, dada bagian atas, punggung, dan kulit kepala. Ditandai dengan bercak merah dan bersisik.
Psoriasis 

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang membuat sel-sel kulit berproduksi terlalu cepat dan tak terkendali. Akibatnya, sel kulit menjadi terlalu banyak dan menumpuk di permukaan kulit.
Normalnya, kulit akan tergantikan selama satu bulan sekali. Namun, pada orang dengan psoriasis proses ini hanya terjadi dalam beberapa hari saja.
Hal ini membuat sel kulit menumpuk di permukaan hingga menyebabkan kerak. Ciri khas dari jenis penyakit kulit yang satu ini adalah munculnya bercak merah disertai dengan sisik berwarna keperakan yang terasa gatal dan sakit.
Psoriasis paling sering menyerang tangan, kaki, dan leher.
Vitiligo 

Vitiligo adalah masalah kulit yang muncul ketika tubuh kekurangan melanin. Melanin adalah pigmen pewarna pada kulit. Akibatnya, warna kulit menjadi tidak rata dan memunculkan bagian kulit yang berwarna lebih terang dari yang lainnya.
Vitiligo bisa muncul di bagian tubuh manapun. Namun biasanya penyakit kulit jenis ini paling sering mengenai leher, tangan, wajah, alat kelamin, dan lipatan kulit.
Penyakit kulit yang satu ini biasanya ditandai dengan:
- hilangnya warna kulit di bagian tertentu sehingga sebagiannya lebih pucat dan sebagian lagi lebih gelap,
- tumbuhnya uban pada alis, bulu mata, dan rambut,
- hilangnya warna pada selaput lendir misalnya mulut dan hidung, serta
- hilangnya warna pada lapisan dalam bola mata.
Rosacea
Rosacea adalah jenis penyakit kulit yang menyebabkan kemerahan pada wajah sehingga pembuluh darah terlihat dengan jelas. Penyakit ini biasanya lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Terutama wanita yang setengah baya berkulit putih.
Ciri-cirinya meliputi bercak merah yang muncul pada bagian tengah wajah, pembuluh darah kecil yang lebih terlihat di pipi dan hidung, serta terasa panas dan nyeri jika disentuh.
Orang dengan rosacea memang memiliki tanda dan gejala yang cukup khas. Terkadang, muncul jugs benjolan merah di wajah yang berisi nanah. Berdekatan dengan pengidap rosacea tak akan membuat Anda tertular karena memang tidak menular.
Melasma
Melasma atau chloasma termasuk macam-macam penyakit kulit tidak menular yang ditandai dengan kemunculan bercak berwarna cokelat atau abu kecoklatan pada wajah. Biasanya tanda ini muncul pada pipi, batang hidung, dan dahi.
Belum diketahui secara jelas apa penyebab dari kondisi ini. Namun kemungkinannya, chloasma disebabkan oleh melanosit (sel pembuat warna kulit) yang memproduksi terlalu banyak warna.
Kapalan 

Kapalan adalah kondisi di mana kulit mengalami penebalan dan pengerasan. Kondisi ini dapat terjadi karena kulit yang sering bergesekan dengan benda lain, kerap terkena tekanan, atau mengalami iritasi.
Tanda kapalan sangat mudah untuk dikenali. Saat disentuh, kulit kapalan terasa tebal dan keras., namun lembut di bagian dalam kulit saat ditekan. Tampilannya pecah-pecah dan kering, terkadang menimbulkan nyeri.
Ketombe
Termasuk ke dalam jenis penyakit kulit yang menyerang kulit kepala, ketombe merupakan masalah berupa rontoknya serpihan kulit mati yang berasal dari kulit kepala.
Ketombe bukanlah kondisi yang membahayakan, tapi terkadang dapat menimbulkan rasa gatal dan mengganggu penampilan, terutama bila serpihannya terjatuh di atas bahu.
Ketombe dapat terjadi akibat adanya produksi minyak, sekresi, dan jumlah jamur yang meningkat pada kulit kepala. Terkadang, ketombe dapat menjadi salah satu pertanda kondisi kulit lainnya seperti dermatitis seboroik atau psoriasis kulit kepala.
Agar terhindar dari berbagai kondisi di atas, selalu jaga kondisi Anda dan perhatikan berbagai gejala tak biasa yang muncul pada kulit. Bila Anda mulai merasakan beberapa gejala dari kondisi di atas yang mengganggu, silakan konsultasikan ke dokter spesialis kulit.
Mau tahu informasi lebih jelas hubungi kami Di sini dan kunjungi website kami Di sini.
Kunjungi Juga : https://www.instagram.com/milleurbeauty_sukmafajrina.
Komentar
Posting Komentar